Apakah Ikan Keringetan? Mengungkap Misteri Kenapa Air Laut Rasanya Asin!

Halo Sobat Sains! Hari ini kita akan menyelam ke dalam birunya lautan sambil menjawab pertanyaan abadi, "Kenapa air laut rasanya asin, apakah ikannya keringetan?" Sebelum mulai, yuk kita sebarkan vibe positif dan gaul dengan mengetik #KenapaAirLautAsin di medsos Sobat Sains!

Ada satu kata yang akan kita ulang terus dalam artikel ini, yaitu 'asin'. Kenapa? Karena asin adalah karakter yang paling khas dari air laut. Sobat Sains, pernahkah kamu bertanya, darimana datangnya rasa asin ini?

Menurut data dari Badan Oseanografi Internasional (2020), 97% air di bumi ada di laut dan lebih dari 90% air laut itu asin. Wow, cukup banyak ya air asin ini! Nah, air laut jadi asin karena adanya kandungan mineral terlarut yang disebut garam laut, terutama sodium chloride, atau yang Sobat Sains kenal sebagai garam dapur.

"Wait, apakah ini berarti ikannya keringetan? Apa ikan bisa keringetan?" Wah, Sobat Sains ini kreatif sekali! Jangan khawatir, penulis ada jawabannya.

Ikan tidak bisa keringetan lho. Keringat adalah mekanisme tubuh mamalia, termasuk manusia, untuk mengatur suhu tubuh (Schmidt-Nielsen, 1997). Ikan adalah hewan berdarah dingin, sehingga mereka tidak perlu mengatur suhu tubuh seperti mamalia. Jadi, jelas bahwa ikannya tidak keringetan ya, Sobat Sains.

Tapi kalau bukan ikannya yang keringetan, darimana asalnya air laut ini asin? Sumber utamanya adalah dari daratan. Air hujan yang jatuh ke daratan akan melarutkan mineral-mineral di tanah dan batuan, termasuk garam. Air ini kemudian mengalir ke laut, membawa mineral tersebut.

Nah, Sobat Sains, di laut, air menguap membentuk awan, tapi garamnya tetap di laut. Proses ini terjadi berulang-ulang sejak jutaan tahun lalu, sehingga kandungan garam di laut semakin bertambah dan air laut menjadi asin (Tomczak & Godfrey, 2003).

Jadi, misteri asal usul 'asin' di air laut bukanlah dari ikan yang keringetan, melainkan dari siklus air dan proses alami yang terjadi sepanjang waktu. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan baru dan menambah wawasan Sobat Sains semua!

Mengakhiri penuturan kita hari ini, Sobat Sains, mari kita sama-sama berteriak (atau mengetik): #KenapaAirLautAsin. Ingat, asin bukan karena ikan keringetan, tapi karena proses alam yang mengagumkan. Jangan lupa share info ini ke sobat-sobat lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Sains!

Referensi:

  1. Badan Oseanografi Internasional (2020). "Data dan Statistik Oseanografi Global".
  2. Schmidt-Nielsen, K. (1997). "Animal Physiology: Adaptation and Environment". Cambridge University Press.
  3. Tomczak, M., & Godfrey, J. S. (2003). "Regional Oceanography: An Introduction". Daya Publishing House.