Gimana Sih Caranya Ilmuwan Menghitung Usia Artefak? Simak Yuk!

 

Apa kabar, Sobat Sains? Pada edisi kali ini, kita bakal ngobrolin tentang 'Artefak', terutama bagaimana para ilmuwan menentukan usia dari artefak tersebut. Penasaran? Yuk kita simak bersama dengan tagar #UsiaArtefak!

Keyword yang akan kita ulang-ulang dalam artikel ini adalah 'Artefak', Sobat Sains. Apa itu artefak? Artefak adalah objek buatan manusia yang memiliki nilai sejarah atau arkeologis.

Mengetahui usia 'Artefak' adalah hal yang sangat penting bagi ilmuwan, terutama arkeolog. Mereka menggunakan berbagai metode untuk menghitung usia artefak, dan salah satu metode yang paling sering digunakan adalah radiokarbon dating atau penanggalan radiokarbon (Bowman, 2019).

Jadi, gimana caranya ilmuwan menghitung usia 'Artefak'? Nah, di sinilah penanggalan radiokarbon beraksi. Metode ini bekerja dengan mengukur jumlah isotop karbon-14 yang tersisa dalam suatu sampel (Bowman, 2019).

Sobat Sains, isotop karbon-14 ini dibentuk di atmosfer Bumi dan diserap oleh semua organisme yang hidup. Ketika organisme tersebut mati, karbon-14 tersebut mulai membusuk pada laju yang konstan. Dengan mengukur berapa banyak karbon-14 yang tersisa, ilmuwan bisa menghitung berapa lama waktu yang telah berlalu sejak organisme tersebut mati, dan ini menjadi usia dari 'Artefak' tersebut (Barker, 2019).

Tapi tunggu dulu, Sobat Sains! Metode penanggalan radiokarbon ini hanya efektif untuk sampel yang usianya di bawah sekitar 50.000 tahun. Lalu bagaimana dengan 'Artefak' yang lebih tua dari itu? Nah, untuk itu ilmuwan menggunakan metode penanggalan lain, seperti penanggalan uranium-timbal untuk menentukan usia batuan dan mineral, atau penanggalan termoluminesensi untuk artefak keramik dan mineral (Wintle, 2019).

Dengan demikian, Sobat Sains, kita bisa melihat betapa canggihnya teknologi dan pengetahuan ilmiah yang memungkinkan ilmuwan untuk mengungkap misteri usia 'Artefak'. Dengan mengetahui usia artefak, kita bisa lebih memahami sejarah dan asal-usul peradaban manusia.

Yuk, Sobat Sains, sebarkan tagar #UsiaArtefak dan ajak teman-temanmu untuk ikut memahami betapa menariknya proses penentuan usia artefak ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Sains!

Referensi:

  1. Bowman, S. (2019). "Radiocarbon Dating: Interpreting the Past". University of California Press.
  2. Barker, G. (2019). "The Agricultural Revolution in Prehistory: Why Did Foragers Become Farmers?". Oxford University Press.
  3. Wintle, A.G. (2019). "Luminescence Dating: Guidelines on Using Luminescence Dating in Archaeology". Springer.