Yuk Intip Perjalanan Seru Makanan di Dalam Perut Kita!

Halo Sobat Sains! Hari ini kita bakal ngobrol seru soal perjalanan yang enggak biasa. Enggak naik bus atau pesawat, kita akan nge-trace perjalanan makanan di dalam perut kita! Siapkan cemilan dan tagar #PerjalananMakanan biar diskusi kita makin asyik.

Kita akan ulang-ulang satu kata dalam artikel ini: 'Perjalanan'. Kenapa? Karena Sobat Sains, proses makanan dari mulut sampai jadi energi itu memang sebuah perjalanan panjang dan menakjubkan.

Sobat Sains pasti penasaran kan, bagaimana sih 'perjalanan' makanan ini bisa berubah jadi energi yang kita butuhkan sehari-hari? Oke, kita mulai dari mulut. Ketika makanan masuk ke mulut, kita mulai mengunyah dan saliva atau air liur kita membantu melumasi dan memulai proses pencernaan (Lindemann, 2001).

Setelah itu, makanan yang sudah diunyah bergerak melalui kerongkongan ke lambung, di mana asam lambung akan melanjutkan proses pencernaan. Asam ini memecah protein dalam makanan menjadi partikel yang lebih kecil. Jadi, Sobat Sains, lambung kita ini sebenarnya semacam 'blender' alami lho (Smith & Morton, 2001).

Makanan yang sudah di-blender di lambung ini, sekarang dalam bentuk semacam bubur, melanjutkan 'perjalanan' ke usus halus. Di sini, makanan akan diproses lebih lanjut oleh enzim dan cairan dari pankreas dan hati. Nutrisi dari makanan akan diserap oleh tubuh kita di bagian ini (Ganong, 2005).

Setelah 'berkelana' di usus halus, makanan bergerak ke usus besar. Air dan elektrolit yang tersisa diserap di sini dan yang tersisa adalah feses, yang nantinya akan dibuang dari tubuh (Boron & Boulpaep, 2016).

Jadi Sobat Sains, 'perjalanan' makanan ini ternyata panjang dan rumit ya. Namun, semua itu terjadi secara otomatis di dalam tubuh kita setiap hari. Cukup menakjubkan, bukan?

Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa makanan yang kita konsumsi bukan hanya untuk kenikmatan, tetapi juga untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Jadi, mari kita pastikan untuk selalu makan makanan yang sehat dan bergizi, Sobat Sains!

Sekarang Sobat Sains sudah tahu kan, kenapa perut kita kadang merasa 'penuh'? Itu karena makanan yang kita makan sedang dalam 'perjalanan' melalui sistem pencernaan kita.

Akhir kata, selamat menjelajahi #PerjalananMakanan lainnya dan jangan lupa share ilmu baru ini ke teman-teman Sobat Sains lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Sains!

Referensi:

  1. Lindemann, B. (2001). "Receptors and transduction in taste". Nature.
  2. Smith, J.L. & Morton, D.G. (2001). "The Digestive System: An Overview". The Lancet.
  3. Ganong, W.F. (2005). "Review of Medical Physiology". McGraw-Hill Education.
  4. Boron, W.F. & Boulpaep, E.L. (2016). "Medical Physiology". Elsevier.